Sunday, May 5, 2013
apa maksud nama awak ?
assalamualaikum sahabat yg dicintai kerana Ar Rahim iaitu Pemilik Segala Cinta
insyaAllah,hari ini saya mahu mengajak semua sahabat menterjemah nama sendiri
saya mulakan dengan nama saya
NOR ALYAA SHAHIRA --> نور عليا شهيرا
NOR --> cahaya
ALYAA --> ketinggian
SHAHIRA --> masyhur
jom tinggalkan comment sahabat semua dengan meletakkan maksud nama sahabat sekalian !! ^^ + ^^
credit by : alyaa shahira
الانتخابات الماليزية 2013
Salam alaik..
Sempena atmosfera pilihan raya umum ke-13 hari ini,mari kita belajar beberapa perkataan yang berkaitan dengan pilihan raya.
pilihan raya - الانتخابات
perlembagaan- دستوري
pengundi - الناخبون
bulan - الشهر
dacing -موازين
roket - الصواريخ
Akhir kalam,saya mengajak rakan-rakan untuk menterjemah keratan akhbar di bawah bersama-sama!
Sempena atmosfera pilihan raya umum ke-13 hari ini,mari kita belajar beberapa perkataan yang berkaitan dengan pilihan raya.
pilihan raya - الانتخابات
perlembagaan- دستوري
pengundi - الناخبون
bulan - الشهر
dacing -موازين
roket - الصواريخ
Akhir kalam,saya mengajak rakan-rakan untuk menterjemah keratan akhbar di bawah bersama-sama!
Jom berqasidah!!!
.......اللهم صلى على سيدنا محمد
ِأهلا بنا !!!!
Assalamualaikum......hehehe...
Jom kite karaoke lagu ni bersame!!!
Sambil nyanyi sambil tambah pahale....
Dapat mengubat sedikit sebanyak kerinduan kite terhadap Nabi Muhammad yg tercinte....
Lagu : Ahlan Bina dr kumpulan Far East
Jenis Terjemahan
Salam alaik.
Kali ni saya ingin membincangkan tentang jenis-jenis terjemahan.Terdapat dua jenis terjemahan iaitu terjemahan lisan dan tulisan.
Ciri-ciri Terjemahan Tulisan:
- Dilakukan secara bertulis.
- Penterjemah masih berkesempatan membaiki kesilapan terjemah yang dilakukan.
- Kefasihan berbicara tidak menjadi syarat yang mutlak.
- Penguasaan bahasa sumber & bahasa sasaran yang pasif pun tidak menjadi hambatan untuk menjadi penterjemah tulisan yang baik.
Senang kata, terjemahan tulisan ni biasanya buku la.Sebagai pelajar bidang pengajian Islam,kami sememangnya tidak akan lari daripada menggunakan buku-buku terjemahan khususnya kitab-kitab yang muktabar.(nampak sangat tak berapa kuasai bahasa Arab!).Antaranya,:
| Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam dalam bahasa Arab |
![]() |
| TADAA! Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu. |
Wednesday, April 17, 2013
terjemahan surah Al-Muthaffifin
suasana hari akhirat yang digambarkan dalam surah 83 yakni al-Muthaffifin (orang-orang yang curang/menipu dalam timbangan dan sukatan) mulai ayat 1 hingga 21. selamat menonton :D
جحا يسابق الحمار
ASSALAMUALAIKUM......hehe...
jom kite tonton video ini dan nyanyi bersama :)
انا بلح و اسمي بلح
و حياتي لعب أو مرح
Saya balahun dan nama saya balahun
Dan hidup saya adalah untuk bermain dan berseronok
cc:Nuramalina Daod dan Siti Aminah Mohd Rozali
SIFAT WUDHU’ NABI MUHAMMAD S.A.W.
Secara syari’at wudhu’ ialah menggunakan air yang suci untuk mencuci anggota-anggota tertentu yang sudah diterangkan dan disyari’at kan Allah swt. Allah memerintahkan:
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melakukan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan , kedua mata-kaki (Al-Maaidah:6).
Allah tidak akan menerima shalat seseorang sebelum ia berwudhu’ (HSR. Bukhari di Fathul Baari, I/206; Muslim, no.255 dan imam lainnya).
Rasulullah juga mengatakan bahwa wudhu’ merupakan kunci diterimanya shalat. (HSR. Abu Dawud, no. 60).
Utsman bin Affan ra berkata: “Barangsiapa berwudhu’ seperti yang dicontohkan Rasulullah saw, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan perjalanannya menuju masjid dan shalatnya sebagai tambahan pahala baginya” (HSR. Muslim, I/142, lihat Syarah Muslim, III/13).
Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa menyempurnakan wudhu’nya, kemudian ia pergi mengerjakan shalat wajib bersama orang-orang dengan berjama’ah atau di masjid (berjama’ah), niscaya Allah mengampuni dosa-dosanya” (HSR. Muslim, I//44, lihat Mukhtashar Shahih Muslim, no. 132).
Maka wajiblah bagi segenap kaum muslimin untuk mencontoh Rasulullah saw dalam segala hal, lebih-lebih dalam berwudhu’. Al-Hujjah kali ini memaparkan secara ringkas tentang tatacara wudhu’ Rasulullah saw melakukan wudhu’:
1. Memulai wudhu’ dengan niat.
Niat artinya menyengaja dengan kesungguhan hati untuk mengerjakan wudhu’ karena melaksanakan perintah Allah swt dan mengikuti perintah Rasul-Nya saw.
Ibnu Taimiyah berkata: “Menurut kesepakatan para imam kaum muslimin, tempat niat itu di hati bukan lisan dalam semua masalah ibadah, baik bersuci, shalat, zakat, puasa, haji, memerdekakan budak, berjihad dan lainnya. Karena niat adalah kesengajaan dan kesungguhan dalam hati. (Majmu’atu ar-Rasaaili al-Kubra, I/243)
Rasulullah saw menerangkan bahwa segala perbuatan tergantung kepada niatnya, dan seseorang akan mendapatkan balasan menurut apa yang diniatkannya… (HSR. Bukhari dalam Fathul Baary, 1:9; Muslim, 6:48).
2. Tasmiyah (membaca bismillah)
Beliau memerintahkan membaca bismillah saat memulai wudhu’. Beliau bersabda:
Tidak sah/sempurna wudhu’ sesorang jika tidak menyebut nama Allah, (yakni bismillah) (HR. Ibnu Majah, 339; Tirmidzi, 26; Abu Dawud, 101. Hadits ini Shahih, lihat Shahih Jami’u ash-Shaghir, no. 744).
Abu Bakar, Hasan Al-Bashri dan Ishak bin Raahawaih mewajibkan membaca bismillah saat berwudhu’. Pendapat ini diikuti pula oleh Imam Ahmad, Ibnu Qudamah serta imam-imam yang lain, dengan berpegang pada hadits dari Anas tentang perintah Rasulullah untuk membaca bismillah saat berwudhu’. Rasulullah saw bersabda: “Berwudhu’lah kalian dengan membaca bismillah!” (HSR. Bukhari, I: 236, Muslim, 8: 441 dan Nasa’i, no. 78)
Dengan ucapan Rasulullah saw: ”Berwudhu’lah kalian dengan membaca bismillah” maka wajiblah tasmiyah itu. Adapun bagi orang yang lupa hendaknya dia membaca bismillah ketika dia ingat. Wallahu a’lam.
3. Mencuci kedua telapak tangan
Bahwa Rasulullah saw mencuci kedua telapak tangan saat berwudhu’ sebanyak tiga kali. Rasulullah saw juga membolehkan mengambil air dari bejancdengan telapak tangan lalu mencuci kedua telapak tangan itu. Tetapi Rasulullah melarang bagi orang yang bangan tidur mencelupkan tangannya ke dalam bejana kecuali setelah mencucinya. (HR. Bukhari-Muslim)
Subscribe to:
Posts (Atom)


